Tampilkan postingan dengan label luar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Maret 2017

Nasrudin dan Kamar Mandi di atas Menara

uatu hari, Nashruddin masuk ke kamar mandi. Lantaran suasana begitu hening dan sunyi, dia mencoba bernyayi. Ternyata, dia kagum dengan suaranya sendiri, sehingga dia berbicara sendiri bahwa seseorang tidak boleh kikir dengan kenikmatan suaranya yang indah untuk dapat dinikmati oleh saudarasaudaranya sesama muslim.



Setelah keluar dari kamar mandi, dia segera menuju masjid jami dan langsung naik ke atas menara. Kemudian dia melantunkan beberapa lagu pujian yang biasa dilantunkan pada saat azan zuhur. Orang-orang yang berada di sekitar masjid pun bingung dan terkejut, mendengar lantunan suara Nashruddin yang sangat sombong dan tak enak didengar. Salah seorang di antara mereka memanggilnya dan berkata, "Hai bodoh, celaka kamu! Mengapa kamu mengejutkan banyak orang dengan lantunan suaramu yang sangat buruk itu dan bukan pada waktunya?"

Nashruddin pun menjawab dari atas menara, "Wahai saudaraku, seandainya ada orang yang mau berbaik hati dan dermawan, kemudian dia membangunkan untukku sebuah kamar mandi di atas menara ini, tentu akan kuperdengarkan padamu suaraku yang indah dan lebih merdu
ketimbang kicau burung gelatik."

CERITA DONGENG Sebelum Tidur 1001 Malam

Malam itu Zahra terlihat sudah sangat mengantuk. Matanya terlihat sayu dengan sesekali dia menguap menahan kantuk yang melandanya. Ayahnya tahu bahwa Zahra sudah mulai mengantuk, dia lalu menyuruh Zahra untuk mematikan Televisi dan mengantarnya pergi ke kamar tidurnya.

“Ayah.. aku ingin di ceritakan seperti biasa. Ceritakanlah pada ku sebuah dongeng sebelum tidur untuk mengantar tidur ku”. Rengek Zahra.
“Baiklah.. akan ayah ceritakan kisah pengantar tidur. Kali ini Zahra mau kisah yang seperti apa?’. Tanya ayahnya sembari tersenyum.
“Aku ingin ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang baru, jangan hanya tentang dongeng si kancil, atau dongeng tentang binatang seperti biasa. Ceritakan pada ku sebuah cerita dongeng yang mengisahkan seorang wanita yang cerdas. Agar suatu saat aku bias seperti dia”. Kata Zahra dengan polosnya.
Mendengar celoteh anaknya, sang ayah hanya tersenyum simpul. Ternyata anaknya yang lugu ini dapat berfikir tentang cita-citanya di masa depan.
“Baiklah.. kali ini ayah akan ceritakan sebuah kisah yang cukup menarik. Apakah kau sudah pernah mendengar cerita tentang aladin, kisah abunawas, atau cerita-cerita 1001 malam lainya?”. Tanya sang ayah.
“aku pernah mendengar beberapa dari cerita dongeng itu, memang sangat menarik. Apakah kali ini ayah kan bercerita tentang dongeng 1001 malam?”. Tanya Zahra lagi.
“iya.. tapi bukan tentang Aladin dan lampu wasiat ataupun kisah tentang Abu Nawas yang jenaka, tapi cerita tentang dari mana kisah 1001 malam di mulai”. Kata sang ayah menjelaskan.
“Wah.. sepertinya sangat menarik. Lekas ceritakan ayah..!! aku sudah tidak sabar mendengarnya”. Rengek Zahra yang sudah tidak sabar.
Lagi-lagi sang ayah hanya tersenyum simpul mendengar rengek anaknya. Dan ahirnya ayah itupun mulai bercerita.
“Baiklah anak ayah yang paling manis, segera pakai selimut mu dan dengarkan kisah ayah ini ya..”. kata sang ayah.

Cerita Dongeng 1001 Malam

Dahulu kala di sebuah dataran arab, ada sebuah kerajaan yang sangat besar. Kerajaan itu di pimpin oleh seorang raja yang sangat baik dan bijaksana. Hingga pada suatu hari, sang raja yang masih belum memiliki permaisuri itu jatuh cinta dengan seorang wanita yang sangat cantuk rupawan, lalu diapun memutuskan untuk menikahinya dan menjadikanya sebagai permaisuri. Kehidupan sang raja terasa semakin lengkap, dan hari-hari dia lalui dengan penuh kebahagiaan.
Tapi hal tersebut tak berjalan lama, karena pada suatu hari sang raja mengetahui bahwa permaiosurinya telah menghianati kepercayaan cintanya. Permaisuri itu ternyata menduakan cinta sang raja dengan seorang pengawal kerajaan. Menghadapi hal itu, sang raja sangat murka. Kesetiaan yang selama ini dia jaga ternyata di hianati oleh wanita yang paling di cintainya. Dan ahirnya sang raja memutuskan hukuman mati untuk isterinya dan pengawal tersebut.
Tapi kisah itu tidak berahir begitu saja. Ternyata karena penghianatan isterinya, sang raja menjadi sangat dendam dan membenci para wanita. Tapi walau bagaimanapun, sang raja tidak bias hidup dalam kesendirian. Maka dia selalu mencari wanita-wanita cantik, kemudian dia nikahi dan di jadikan isteri. Tapi anehnya, setelah sehari semalam.. dia akan menghukum mati isteri barunya tersebut. Dia beralasan bahwa dengan begitu tak ada lagi permaisuri yang akan menghianatinya.
Sudah hamper ratusan wanita yang menjadi korban dari keegoisan dan dendan sang raja. Tapi para penasehat dan menteri kerajaan tak memiliki keberanian untuk menegur kesalahan sang raja. Hingga para pejabat kerajaan dan rakyat negeri itu selalu di hantui rasa cemas. Takut bila mana suatu saat raja kan melamar anak-anak gadis mereka. Sebuah kebahagiaan yang hanya bertahan sesaat kemudian akan berubah menjadi tangis dan kesedihan karena kematian.
Perilaku sang raja berjalan cukup lama, hingga rakyat semakin di buat gusar oleh tingkah laku raja mereka. Dan jika terus di biarkan, tak tertutup kemungkinan akan terjadi sebuah pemberontakan besar. Dan ternyata hal ini disadari oleh seorang puteri penasehat. Puteri itu sangat cerdas dan pandai. Dia berniat untuk merubah raja dan mengingatkanya pada jalan kebaikan. Dia ingin meyakinkan raja, bahwa masih ada isteri setia di dunia ini. Dan tak semua wanita itu memiliki sifat ingkar.
Diapun kemudian menyampaikan niat tersebut kepada ayahnya. Tentu saja ayahnya sangat keberatan. Dia takut jika nanti puterinya akan berahir sama seperti wanita-wanita lainya, yaitu di hokum mati. Tapi sang puteri coba meyakinkah yahnya bahwa dia pasti dapat menjaga diri. Dan Allah selalu bersama mereka yang memiliki niat yang baik dalam jalan kebenaran.
Ahirnya sang ayah pun mengikuti kehendak puteri semata wayangnya. Walau dengan berat hati, dia pun menikahkan puterinya dengan sang raja. Tentu raja sangat senang, karena puteri tersebut memang memiliki parasyang sangat cantik. Dan pesta pernikahan pun di gelar dengan besar-besaran. Tapi walau terlihat megah, tak tampak wajah ceria yang terlihat. Karena mereka sudah tahu nasib apa yang akan menimpa puteri tersebut. Bahkan suasana pesta terkesan hambar dan menyedihkan.
Ahirnya setelah pesta usai, sang raja pun menyusul sang puteri ke peraduan. Itu adalah malam pertama pernikahan mereka yang membahagiaakan. Ketika sang puteri melihat sang raja telah berada di sampingnya, sang puteripun berkata..
“Wahai suami ku, maukah kau mendengar sebuah kisah yang menarik..”. Tanya sang puetri yang kini sudah menjadi permaisuri.
“Wah.. tentu saja permaisuri ku, aku sangat senang sekali mendengar sebuah cerita..”. jawab sang raja yang memang gemar mendengarkan cerita-cerita yang menarik.
Ahirnya permaisuripun memulai ceritanya, cerita berjalan begitu menarik. Dan sang raja terlihat mendengar cerita itu dengan penuh antusias. Tapi ketika cerita telah sampai pada bagian yang paling seru, sang permaisuri menghentikan ceritanya,,
“Suami ku, malam sudah hamper pagi. Akan ku lanjutkan lagi ceritanya besok malam. Sekarang kita tidur dulu..”. kata permaisuri sambil tersenyum. Dan raja menyetujuinya. Karena serunya kisah yang di ceritakan oleh sang ratu, sang raja selalu merasa penasaran. Hingga dia tidak sabar dan berharap hari segera malam. Dan malam berikutnya sang ratu kembali melanjutkan ceritanya. Ketika cerita yang satu telah usai, dia kembali menyambungnya dengan cerita lain yang lebih seru dan menarik. Hingga membuat sang raja semakin penasaran. Tapi sebagai mana di malam pertama, kisahnya akan terpotong di bagian yang paling seru. Permiasuri sengaja menggantung ahir cerita dan berjanji akan meneruskan di malam berikutnya dengan alas an yang sama.
Tak terasa, ratusan kisah telah di ceritakan oleh sang permaisuri. Dan ratusan malam telah dia lalui bersama sang raja. Dan setelah malam yang ke 1000, maka sang puteri mengahiri kisahnya pada malam yang ke 1001. Dan di malam terahir itu, sang puteri mengingatkan sang raja bahwa apa yang di lakukan oleh sang raja selama ini adalah salah. Dan permaisuri membuktikan, bahwa seorang wanita yang setia itu masih ada, dan tak semua wanita suka ingkar janji.
Mendengar penjelasan isterinya itu, ahirnya sang raja tersadar. Bahwa selama ini dia banyak melakukan kesalahan pada rakyatnya. Dan isterinya yang bijaksana itu rela mengambil resiko dengan mempertaruhkan keselamatan nyawanya demi mengingatkan dia. Dan setelah hari itu, sang raja kembali menjadi raja yang bijak dan adil. Dengan di damping permaisuri yang paling di cintainya, dia memimpin kerajaanya dengan lebih bijaksana. Dan seluruh rakyat sangat berterima kasih dan merasa berhutang budi pada pengorbanan sang puteri. Dan dari 1001 malam yang telah di lewati, maka kisah-kisah itu di kenal dengan cerita 1001 malam.
Sang ayahpun mengahiri ceritanya. Dia melihat Zahra telah terlelap dengan pulas. Sang ayah hanya tersenyum melihatnya. Setelah mengecup dahi anaknya, sang ayah itupun beranjak dari tempat tidur dan berjalan untuk mematikan lampu kamar.
“Serlamat tidur anak ku, semoga mimpi indah..”. kata sang ayah sembari menutup pintu kamar tidur Zahra.
Story by: Muhammad Rifa’i

Dongeng Bunga Cengkeh dan Kerajaan Bernafas Bau

Pada zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang cukup makmur dan besar. rakyat mereka hidup dengan kaya dan hasil panen yang melimpah. tapi karena mereka suka merusak alam dan tidak suka menjaga kebersihan, Tuhan mengirim wabah kepada mereka dengan membuat nafas mereka menjadi sangat bau. Hal tersebut tentu membuat mereka sangat malu untuk berbicara satu sama lain. Bahkan sang raja juga para puteri kerajaan juga mendapat dampaknya. Tentu saja hal ini membuat seisi kerajaan menjadi bingung. Kerajaan yang biasa hari-harinya di penuhi dengan keramaian dan canda riang, kini menjadi sunyi senyap seperti kota mati. Para penduduk hanya menggunakan bahasa isyarat untuk saling bertegur sapa, dan hanya berbicara jika memang bener-benar terdesak. Hal tersebut tidak dapat lepas dari rasa malu mereka karena memiliki nafas yang sangat bau.






Sang raja juga sudah mencoba untuk mencari solusi. Dia pernah mengumpulkan para pejabat, cendikiawan, dan para ilmuwan-ilmuwan kerajaan untuk dapat mencari solusinya bersama-sama. Tapi mereka tak dapat solusi apapun, karena semua orang yang ada di ruangan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun karena malu pada bau mulut yang mereka miliki. Hingga sang raja hampir putus asa di buatnya. Dan mulai saat itulah sang raja sadar, bahwa ini adalah balasan dari Tuhan karena kelalaian mereka dalam menjaga anugerah yang di berikan oleh Tuhan kepada mereka. Hingga pada suatu hari sang raja berdo'a agar Tuhan mau memaafkan semua kesalahanya dan semua rakyatnya. Dan dia berjanji untuk memperbaiki kesalahan-kesalahanya di masa silam. Dia meminta agar Tuhan mengirimkan obat untuk dapat menyembuhkan mereka.

Dan Tuhan yang maha pengasih dan pemurah mengabulkan doa sang raja. Hingga pada suatu pagi yang cerah, sang puteri ingin jalan-jalan ke luar istana untuk dapat menikmati udara segar. Hingga sampailah sang puteri yang di temani oleh para pelayanya di sebuah taman. Lalu tiba-tiba ada seekor burung yang hinggap di ranting-ranting pohon. Burung itu bernyanyi dengan indahnya. Dia berkicau memamerkan suara merdunya pada dunia dan setiap orang yang mendengarnya. Sang puteri hanya dapat melihat burung itu dengan pandangan takjub.Lalu ahirnya burung itupun kembali terbang membumbung tinggi ke angkasa. tapi sebelum dia pergi, burung itu menjatuhkan setangkai bunga yang cukup mungil. Karena merasa tertarik, sang puteri pun mengambil bunga itu. Dia tergoda pada aroma bunga itu yang begitu segar, dan ahirnya dia memakanya.

Lalu keajaiban terjadi... Beberapa hari setelah sang puteri memakan bunga itu, nafasnya tak lagi menjadi bau. Nafasnya kini berubah menjadi harum dan sangat segar. Menyadari akan hal itu, sang puteri pun mengutarakan hal itu pada ayahnya. Mendengar cerita dari puterinya, sang raja lalu memerintahkan para pengawal untuk mencari bunga yang sama seperti yang di makan oleh sang puteri. Para penagawal pun mencari bunga itu sebanyak-banyaknya dan membagi ke seluruh antero negeri. Dan benar saja, setelah mereka memakanya.. Wabah penyakit nafas bau tersebut menjadi hilang. Karena merasa bersyukur, akhirnya sang raja memerintahkan seluruh rakyatnya untuk menanam bunga itu. Dan pada kemudian hari, bunga itu menjadi hasil kerajaan yang memiliki harga yang cukup tinggi dan di jual ke berbagai negeri tetangga. Dan bunga itu adalah bunga cengkeh.

Dari dongeng di atas dapat kita petik hikmah yang begitu banyak. Salah satunya adalah jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan alam dan lingkungan, dan jangan pula merusak alam. Karena semua itu adalah anugerah dari sang pencipta yang harus selalu kita jaga. Jika kita lalai, maka tak ada jaminan kita akan mendapat musibah karena kesalahan kita sendiri. Dan pesan lain yang di sampaikan, jangan takut untuk mencoba hal-hal yang baru. Karena bisa jadi, hal tersebut akan membawa manfaat yang begitu besar di kemudian hari.


Di tulis Oleh: Muhammad Rifai

Puteri Negeri Awan (Bag:2)

Setelah pada kisah sebelumnya Puteri Intan rasari berhasil menyelamatkan seorang gadis kecil bernama Melati wangi, maka mereka meneruskan perjalanan menuju istana Gembalageni. Yaitu seorang penyihir jahat yang menguasai ilmu hitam dan pemimpin para prajurit kegelapan. Sang puteri bertekat untuk mengalahkan raja Gembalageni demi mengembalikan ketentraman di muka bumi. Maka dengan di temani Melati wangi sebagai penunjuk arah, Puteri Intan rasari meneruskan perjalananya ke kerajaan Wulung ireng. Sebuah kerajaan di mana kekuatan kegelapan berpusat, dan tentunya ini bukan suatu perjalanan yang mudah. 



Perjalanan mereka teruskan dengan menyusuri hutan, guna menghindari para anak buah Gembala geni yang kini mencari keberadaan mereka. Bukan karena Puteri Intan rasari tak mampu mengatasi mereka, tapi guna menghindari pertikaian yang tak perlu dan meminimalisir adanya korban jiwa. Karena pada dasarnya, mereka hanya manusia yang di peralat oleh Gembalageni dengan ilmu sihirnya.

Sementara itu di kerajaan Wulung ireng, raja Gembalageni sangat murka mendengar kabar bahwa anak buahnya di kalahkan oleh seorang gadis ingusan. Tak lain dan tak bukan dia adalah Puteri Intan rasari.

"Hah.. Kalian itu sungguh bodoh..! Bagaimana kalian yang jumlahnya lebih banyak dapat di kalahkan hanya oleh seorang anak gadis kemarin sore?! Kalian sungguh tak berguna..!!". Kata raja Gembalageni dengan amarah yang membara.
"Ampun tuan ku.. Tapi bocah itu sangat sakti. Dia memiliki pusaka yang sungguh ajaib. Burung kertas yang di bawanya dapat berubah menjadi garuda raksasa yang membuat kami tak berdaya". Kata pengawal itu.

"Burung kertas yang bisa berubah menjadi garuda? Hmm.. Itu adalah pusaka yang hanya di miliki oleh Negeri Awan putih. Aku pernah mendengar tentang legenda itu, tapi tak ku sangka mereka benar-benar ada. Pantas kalian tak bisa berkutik, karena sang garuda yang di juluki juga sebagai Panglima Angkasa bukanlah tandingan kalian".
"Baiklah kalau begitu.. Kali ini kalian ku ma'afkan. Sekarang kalian ku tugaskan untuk pergi mencari keberadaan mereka". Kata raja Gembalageni.

"Ta.. Tapi tuan ku.. Kami tak mungkin sanggup melawan mereka. Senjata kami saja dapat dengan mudah di patahkan oleh garuda itu". Kata pengawal itu tergapap karena takut.
"Kali ini kalian tak sendirian. Aku akan mengutus salah satu panglima ku bersama kalian. Kalian hanya cukup membantu mencari keberadaan mereka, biar nanti panglima ku yang akan menghadapi mereka". Kata sang raja.

Lalu raja Gembalageni memejamkan matanya, bibirnya mengucapkan mantra untuk memanggil panglima yang di maksud. Tiba-tiba muncul sebuah asap hitam yang bergulung-gulung, kemudian membentuk sebuah sosok.

Para pengawal sangat terkejut di buatnya, karena kini di hadapan mereka telah berdiri sosok yang menyeramkan. Tubuhnya tinggi besar di penuhi bulu-bulu hitam. Tubuhnya mirip manusia, tapi memiliki kepala kambing dengan tanduk besar yang sangat runcing. Nafasnya mengeluarkan api yang menyala, dengan sebuah gada raksasa yang di pegangnya sebagai senjata.

"Hamba datang menghadap tuan ku.. Apa gerangan yang membuat paduka memanggil hamba? Apakah ada sebuah tugas penting yang harus hamba laksanakan?". Kata sosok kepala domba itu.
"Ya Kangsa wangsa, ada musuh yang cukup tangguh sedang menentang ku. Ku perintahkan kamu agar ikut dengan para pengawal itu, cari dan tangkap mereka bawa ke hadapan ku. Atau jika perlu, langsung musnahkan mereka. Sebagai peringatan bagi mereka yang berani menentang aku, raja Gembalageni". Kata sang raja.

"Hahaha.. Menghancurkan adalah kegemaran hamba paduka. Tak salah paduka menyerahkan tugas ini pada hamba. Dengan senang hati akan hamba laksanakan". Kata sosok yang ternyata bernama Kangsa wangsa itu.

"Tapi kau harus hati-hati Kangsa wangsa, jangan gegabah. Dia memiliki pusaka ajaib yang sangat sakti. Jangan sampai malah kau yang binasa karenanya..". Pesan sang raja.

"Hahahaha.. Paduk tak usah hawatir. Semua akan dapat hamba atasi. Belum pernah ada yang mampu selamat dari nafas api hamba, dan belum pernah ada yang mampu menghindar dari ayunan gada hamba. Dalam waktu dekat, paduka akan menerima kabar tentang kebinasaan mereka". Kata Kangsa wangsa dengan sombongnya.

"Baiklah.. Sekarang berangkatlah kalian semua. Segera cari dan musnahkan para pembangkang itu..!!". Perintah raja Gembalageni.
Ahirnya setelah menghaturkan sembah, merekapun undur diri dan berangkat mencari keberadaan puteri Intan rasari.

Sementara itu puteri Intan rasari dan Melati wangi masih meneruskan perjalanan mereka. Sepanjang perjalanan mereka saling bercerita tentang diri masing-masing. Hingga merekapun semakin akrab dan menjadi sahabat dekat. Karena waktu sudah beranjak senja, ahirnya mereka putuskan untuk bermalam di sebuah goa. Perjalanan yang panjang dan melelahkan membuat mereka tertidur sangat pulas. Mereka tak menyadari akan bahaya yang mengintai mereka esok hari. Karena manusia kepala kambing Kangsa wangsa, kini telah bergerak mencari keberadaan mereka.

Bersambung..

Story By: Muhammad Rifa'i

Dongeng Puteri Negeri Awan ( Bag:1 )

Dongeng Puteri Negeri Awan (Bag:1)- Nah, untuk posting kali ini blog dongeng terbaru akan menceritakan sebuah kisah negeri di balik awan. Kisah ini akan menceritakan di mana kebaikan pasti akan mengalahkan kebatilan. Langsung kita mulai saja ceritanya ya..

Dahulu kala ada sebuah negeri legenda yang menjadi cerita turun temurun. Sebuah negeri di atas gumpalan awan putih dan jalan yang terbuat dari pelangi. Dan negeri itu bernama Negeri Awan Putih. Sebuah negeri impian yang keberadaanya tak banyak yang tahu. Tapi sebenarnya, negeri awan putih itu benar adanya. Tersembunyi di balik awan yang melayang di angkasa.

Negeri awan putih di pimpin oleh seorang raja yang sangat bijak dan adil. Raja Surya, begitu beliau di panggil. Raja Surya memiliki seorang puteri yang sangat cantik. Bukan hanya cantik wajahnya, tapi juga tingkah laku dan budi pekertinya. Dia suka menolong siapapun yang membutuhkan. Intan Rasari, itulah nama sang puteri.

Pada suatu hari, sang puteri meminta izin pada ayahandanya untuk mengunjungi bumi. Dia ingin mengenal manusia lebih dekat, dan mempelajari segala hal tentang kebiasaan manusia. Awalnya, sang raja menolak. Karena kehidupan manusia penuh dengan tipu daya dan pertikaian antar sesama. Tapi sang puteri terus merengek, dan ahirnya dengan berat hati sang raja mengizinkan.

Sebelum pergi, sang raja memberikan dua buah pusaka ajaib untuk berjaga-jaga di kala waktu genting. Yaitu sebuah burung kertas dan sebuah tongkat kecil. Kedua benda ini adalah benda ajaib. Burung kertas dapat berubah menjadi rajawali raksasa jika di lemparkan ke udara. Dan tongkat kecil itu dapat menjadi sebuah tongkat emas yang besar dan panjangnya melebihi pohon kelapa. Dan ajaibnya lagi, tongkat itu dapat bergerak sendiri sesuai dengan perintah pemiliknya.

Setelah mendapat beberapa nasehat dari ayahnya, ahirnya sang puteri turun ke bumi. Di temani seekor kupu-kupu penjaga taman pelangi sebagai penasehat pribadinya. Puteri intan Rasari turun di sebuah hutan belantara yang lebat di bumi. Dia sangat mengagumi beraneka kehidupan yang ada di atas bumi, dan semua hal itu membuat dirinya terpana.

Ketika sedang asik menikmati semua keindahan bumi, tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara minta tolong. Dan dengan segera dia mencari dari mana asal suara itu. Dan ahirnya sampailah dia di perbatasan hutan, dan melihat seorang gadis kecil yang di kepung oleh empat orang lelaki bermuka jahat. Dengan sepontan dia mengeluarkan burung kertas di sakunya dan melemparnya ke angkasa. Dan pada saat itu juga keajaiban terjadi. Burung kertas itu bercahaya dan berubah menjadi rajawali raksasa yang bernama Garudayana.

"Garudayana, cepat tolong gadis itu..!!". Pinta sang putri. Lalu garudayanapun melesat dengan cepat. Sayap-sayapnya yang kokoh sekeras baja, dan kuku dan paruhnya yang tajam mampu merobek besi. Dia menerjang para penjahat itu, mematuk dan mencakarnya. Hingga ahirnya mereka semua lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Dan selamatlah gadis kecil itu. 




Puteri Intan Rasari lalu mendekati gadis itu, dan menanyakan asal-usulnya. Ternyata dia adalah anak yatim piatu. Desanya di bakar oleh anak buah seorang penyihir yang bernama Gembalageni. Dia menangkap anak-anak untuk di jadikan budak di istananya, dan memaksa mereka untuk bekerja terus menerus tanpa di beri upah. Mereka menelusuri setiap kampung, menangkap anak-anak, dan jika tak mendapat apa yang mereka cari, mereka akan membakar kampung itu. Dan kampung kelahiranya adalah salah satunya.

Mendengar kisah dari anak perempuan itu, hati Intan Rasari menjadi sangat kasihan. Dia berniat untuk menghentikan kebatilan Gembalageni dan menyelamatkan semua anak-anak yang di tangkapnya. Dan dia berniat untuk datang ke istana Gembalageni di temani anak perempuan sebagai penunjuk jalan yang bernama Melati wangi.

Bersambung..

Story by: Muhammad Rifa'i

Jumat, 17 Maret 2017

Dongeng Anak Gembala Pembohong dan Serigala

Tiap dongeng pasti memiliki pesan yang di sampaika di dalamnya, pada kali ini, blog dongeng terbaru ini akan mencoba untuk menulis kembali sebuah dongeng yang sarat akan pesan moral. Semoga kakak semua dapat menangkap pesan baik yang terkandung di dalam dongeng dan cerita anak-anak ini. Lalu, bagaimna isi kisahnya? Mari kita simak bersama.


Zaman ahulu kala, di sebuah perkampungan hiduplah seorang anak gembala. Dia bekerja pada seorang majikan untuk menggembala domba milik majikanya.  Tiap pagi anak itu menggiring dombanya berangkat ke padang rumput di pinggir hutan. Dan tiap sore dia kembali menggiring domba-domba tersebut kembali ke kandang. Sebelumnya sang majikan pernah berpesan, jika suatu saat ada gerombolan serigala yang datang dan ingin memangsa domba miliknya, anak itu di suruh berteriak meminta pertolongan pada orang-orang di kampung. Agar orang-orang tersebut mau membantu mengusir herombolan serigala tersebut.

Pada suatu hari, anak gembala tersebut merasa bosan. Hingga muncul niat usilnya untuk mengerjai orang-orang kampung. Lalu anak gembala itu ingat pada perkataan majikanya. Kemudia anak gembala itu berpura-pura lari ke pinggir kampung sambil berteriak “ serigala..!! serigala..!! tolong ada serigala.!!”. mendengar teriakan anak itu, para penduduk langsung berlarian untuk membantunya. Mereka membawa alat-alat yang ada yang bisa di gunakan untuk menghalau dan mengusir para serigala. Tapi ketika sampai di padang rumput, mereka tak melihat ada serigala seekorpun. Mereka hanya melihat si anak gembala yang tertawa terbahak-bahak menertawakan mereka. “ Hahaha.. Lucu sekali. Kalian tertipu..”. kata anak gembala itu.

Dengan perasaan jengkel, para penduduk kemudian kembali pulang ke rumah masing-masing. Tapi beberapa saat kemudian, mereka mendengar lagi anak gembala itu berteriak tentang serigala yang datang. Mereka pun langsung berlari sebagaimana yang pertama untuuk membantu anak gembala itu. Tapi lagi-lagi mereka tak menemukan adanya serigala kebuali anak gembala yang lagi-lagi tertawa terbahak-bahak kepada mereka. Merekapun kemudian kembali menggerutu dan pulang ke tempat masing-masing. Tak puas dengan itu, si anak gembala mengulangi hal yang sama, berbohong tentang adanya serigala. Dan ketika orang-orang sudah berdatangan dan tak menemukan adanya serigala, lagi-lagi si anak gembala itu tertawa terpingkal-pingkal merasa bahwa semua yang di lakukanya sangat lucu. Tentu saja hal tersebut membuat para orang-orang yang datang merasa di permainkan dan sangat jengkel di buatnya.

Hingga tibalah waktu sore untuk anak gembala kembali membawa domba-dombanya pulang ke kandang. Tapi ketika dia mau menggiring dombanya, tiba-tiba segerobolan serigala datang dan mengejar domba-dombanya untu di mangsa. Tentu saja anak gembala itu ketakutan dan lari terbirit-birit ke perbatasan kampung. “ Tolong..!! ada serigala.. ada serigaka..!!”. teriaknya. Tapi tak ada satu orang pun yang datang membantunya. Karena dia sering berbohong, maka kini tak ada lagi yang percaya padanya. Akhirnya, semua domba yang di gembalakanya habis di mangsa oleh kawanan serigala. Dan anak itu pun hanya dapat menangis menyesali perbuatanya. Hikmah yang dapat kita petik adalah, jangan pernah sekali-kali kamu berbohong. Karena sekali kamu berbohong, maka tak ada yang akan percaya lagi pada kata-kata mu. Meskipun pada waktu itu kamu berkata jujur.


Di Tulis Oleh: Muhammad Rifai

Cerita Anak Laki-laki dan Segenggam Kacang

Pada suatu hari di sebuah keluarga kecil, ada seorang ibu yang memiliki dua orang anak. Sebagaimana adik kakak pada umumnya, mereka kadang tak akur dan tak mau mengalah satu sama lain. Mereka selalu ingin mendapatkan keinginanya lebih dari yang satunya. Ketika yang satu memiliki sesuatu, maka yang satu juga ingin memilikinya juga. Sifat iri dan serakah di miliki oleh mereka berdua.

Sang ibu tahu akan sifat buruk kedua anaknya. Tapi karena mereka masih kecil, sang ibu tak ingin memarahi mereka. Sang ibu mencari ide yang dapat menyampaikan pesan moral tentang jeleknya sifat egois dan tamak. Akhrnya ibu yang baik hati itu menemukan sebuah ide yang cukup brilian. Pada suatu hari, ibu itu pergi ke pasar. Dia membeli setoples kacang. Karena dia tahu, kedua anaknya sangat menyukai kacang.
Setelah sampai di rumah, dia memangggil kedua anaknya dan menunjukan setoples kacang yang dia bawa. Melihat kacang kesukaan mereka, kedua anak itu merasa senang sekali. Lalu muncul nita tamak dan serakahdi hati mereka untuk dapat memiliki kacang itu sendiri. Tapi sang ibu tahu akan hal itu. Oleh karena itu, sang ibu kemudian berkata. “ Ambilah kacang ini secara bergantian, dan ingat jangan rebutan”. Kata sang ibu.

Lalu sang ibu menyuruh anak pertama yang lebih tua untuk mengambil. Anak itu pun memasukan tanganya ke dalam toples kacang tadi. Karena ingin mendapatkan bagian yang banyak, dia menggenggam kacang itu sebanyak-banyaknya semampu yang dapat dia genggam. Tapi sial, ketika ingin mengeluarkan tanganya, tanganya tersangkut. Lubang toples yang kecil tak muat untuk genggaman tanganya yang cukup besar.
Anak itu tetap tak mau menyerah. Dia tetap memaksakan untuk menarik tanganya keluar. Tapi sial, karena dia menarik terlalu kuat, toples kacang itu ikut terpental dan pecah. Hingga semua kacang yang ada berserakan di lantai dan tak bisa lagi di makan karena kotor. Kedua anak itu pun memasang raut wajah kecewa. Dan menyalahkan satu sama lain. Melihat anaknya berseteru, sang ibu kemudian menghampiri mereka.

“Itulah akibatnya jika kalian bersifat tamak. Kalian tak akan mendapat apa-apa kecuali kekecewaan dan penyesalan. Coba tadi kalian mau saling mengalah dan berbagi serta tidak bersifat serakah, tentu kita semua masih dapat memakan kacang itu”. Kata sang ibu. Mendengar kata-kata sang ibu tersebut, kedua anak itu terdiam dan mulai menyadari kesalahan mereka selama ini. 

Hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini adalah, keserakahan selalu menghasilkan perseteruan satu sama lain. Dan keserakahan selalu mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Di tulis oleh: Muhammad Rifai